Review Film The Raid 2, Berandal

The Raid 2, Berandal 150 menit
full action dan saya kekurangan oksigen. Capek banget nontonnya dan berharap
segera selesai. Dan pas selesai…jeng jeng..gini aja? Hahaha.
Judul: The Raid 2, Berandal
Jenis Film : Action, Drama
Produser : Nate Bolotin, Ario
Sagantoro, Aram Tertzakian
Produksi : PT. Merantau Films,
XYZ Films
Sutradara : Gareth Evans
Synopsis:
RAMA (Iko Uwais) adalah seorang
polisi baru yang meninggalkan ISA, istrinya yang tengah hamil tua untuk
melakukan tugas berbahaya. Setelah berhasil mempertahankan dirinya dari 30
lantai apartemen milik raja gembong narkotik TAMA, RAMA direkrut oleh BUNAWAR,
kepala polisi yang dikenal jujur dan mempunyai reputasi yang bersih, sebagai
polisi yang menyamar.
Di dalam penjara tersebut RAMA
bertemu dengan UCO, anak laki‐laki BANGUN, seorang bos gangster yang sangat
terpandang. UCO memiliki mimpi dan ambisi yang terlalu besar untuk dirinya.
Awalnya UCO berniat untuk memusnahkan RAMA, namun keadaan berubah ketika RAMA
menyelamatkan nyawanya dari serangan orang‐orang terpercayanya.
 Dua  tahun kemudian, usai sudah hukuman penjara
RAMA. Di bawah BANGUN, UCO, dan EKA, ANAK buah BANGUN yang setia, RAMA ditarik
dan bekerja di dalam dunia mereka dan dihadiahi kehidupan mewah. Sebuah
kehidupan yang berbeda ketika ISA masih bersamanya dan masih RAMA impikan.
Ambisi UCO untuk menjadi lebih
dari yang BANGUN inginkan untuknya terus membara. BEJO, seorang gangster yang
sedang melebarkan sayap dan kekuasannya, mencium kobaran ambisi UCO. Ia berhasi
membujuk dan memperalat UCO untuk mewujudkan ambisinya sendiri.
 Dengan UCO dapat dikontrol seperti boneka oleh
BEJO, kekacauan tidak dapat dielakkan lagi. pembunuhan, pengkhianatan dan
korupsi terjadi. UCO kehilangan arah dan termakan oleh keserakahannya, dan
meninggalkan RAMA dengan pilihan yang sulit.
Review:
Saya suka pengambilan gambar mode
“macro lens” film ini. Mengambil objek kecil, difokuskan…indah sekali. Yang menarik
lagi adalah slow motion nya, adegan jadi terasa detail dan tambah menyeramkan
mungkin kalau ada versi 3D nya. Pastilah membuat film ini lebih susah daripada
film drama sehari-hari atau film horor kacangan. Tapi, bagi saya pribadi film
ini tidak bagus. Definisi film bagus (lagi-lagi menurut saya pribadi) adalah
film yang meninggalkan kesan mendalam selama dan setelah nonton. Entah kesan
bahagia, terharu, semangat, emosi, marah, atau takut. The Raid 2 ini seakan cuma
mau memperlihatkan manusia sakti mandraguna (Iko Uwais) yang susah mati dan
jago banget berantem. Bag-bug, dar-dor, bam-bum,prang…ciat..”sudah cukup”
(kalimat terakhir Iko Uwais) …then..THE END. Saya pikir awalnya saya akan
tersulut emosi saat nonton film ini, eh..kok datar-datar saja ya sampai beres. Pesan
film ini apa? Ada adegan yang aneh banget, saat seorang pembunuh bayaran gondrong
(saya lupa namanya) meninggal tiba-tiba ada hujan salju. Ini kan Indonesia, itu
malah ada gerobak “lomie ayam”. Back sound adegan itu adalah music orchestra
menambah kesan bahwa ini seperti di Eropa. Tapi maksudnya apa?
30% film ini terlewatkan dari
pandangan mata saya karena saya sengaja tutup mata. Bukannya takut, tapi
terlampau banyak adegan tak manusiawi. Saya merasa tidak pantas nonton film
sekeras ini. Jadi, tolong jangan ajak anak atau adik nonton ya..ini 25+ deh bukan
17+hiiiiihiii. Kalau yang pernah nonton film G30SPKI, The Raid 2 lebih sadis. Mungkin
ini yang membuat film ini dicekal di Malaysia.
Antrian di loket tiket ramai
sekali, terlihat penonton masih sangat penasaran dengan film ini. Sekedar tips
bagi yang belum punya KTP dan sangat ingin nonton…mintalah orang dewasa buat
beli tiket. Tadi ada 2 anak ABG yang antri di depanku ditolak sama mbak penjaga
loketnya lho.
Oiya..sebelum film mulai, ada tayangan beberapa aktor dan aktris Indonesia yang nanya “kapan terakhir kamu ke bioskop?” iyak..mereka mengingatkan kalau hari ini 30 Maret adalah hari film nasional. Tapi nggak enaknya..habis itu ada iklan seorang capres, hahaha. 

Saya berikan 2 bintang dari 5 deh
untuk The Raid 2 Berandal. 

source:
http://www.21cineplex.com/the-raid-2-berandal-movie,3456,04R2BL.htm (synopsis & image 1)

3 Replies to “Review Film The Raid 2, Berandal”

  1. entahlah rul, seriusan belum nemu alasan untuk nonton film ini
    karena denger2 kekerasannya supervulgar
    nggak sampek hati nontonnya kalu denger2 aja nggak tega 🙁

  2. pengen nonton tapi takut…ckvkcjc. salam kenal nya …

Tinggalkan Balasan