Review Buku: Psikologi Kematian

“Setiap orang berusaha menghindari semua jalan yang mendekatkan ke pintu kematian. Jiwa kita selalu mendambakan dan membayangkan keabadian”.

Judul: Psikologi Kematian
Penulis: Komaruddin Hidayat
Penerbit: Noura Books (PT Mizan Publika)
Tahun Terbit: 2012 (cetakan ke 3)
Halaman: 218 + 52
Buku ini benar-benar mengajak pembacanya untuk merenung “buat apa sih saya hidup?”. Namanya juga dunia, sering sekali melalaikan. Menyetel dan meluruskan niat untuk melanjutkan hidup menjadi lebih bermakna. Penulis menyajikan pembahasan dalam 4 bab dan disisipi kisah-kisah kematian. Bahasa yang digunakan memang bahasa ‘serius’ jadi harus konsentrasi saat membaca. Grafisnya elegan, tidak menyeramkan dan tak terlalu ramai. Sayangnya, penulis beberapa kali menyebutkan hal-hal yang sama di bab yang berbeda. Seakan-akan, judul-judul terpisah dan tak terintegrasi dalam bab yang sama. Karena ini pula, ada beberapa judul yang saya skip. 
Bagian yang paling saya suka justru di bagian akhir, postscript. Yang saya lakukan setelah selesai membaca buku ini adalah membuat notes yang saya bagikan di Path, Twitter, dan Facebook. Sebuah upaya mohon dibukakan pintu maaf kepada seluruh kawan-kawan saya. Sebab, seperti yang penulis sampaikan di halaman 181 “ibadah solat, umroh, maupun haji, tidak bisa menghapus dosa-dosa sosial, sekalipun ibadah itu akan memberikan cahaya ketika melalui lorong kegelapan. Namun, jika dosa-dosa sosialnya besar, cahaya yang muncul dari ibadah itu akan terhalangi”.
Setelah menulis notes di social media, saya sholat dzuhur dan tilawah. Karena mata lelah, sayapun tidur. Dan yang saya alami adalah, ereup-erep ‘ketindih’ rasanya mengerikan. Saat kita bisa melihat raga kita tak berdaya meski kita berusaha bangun dari tidur. Kuucapkan lailaha illa Allah beberapa kali dan alhamdulillah saya bisa bangun. Mungkin ini berbeda dengan yang diceritakan penulis tentang OBE (out of body experience) yaitu ruh keluar dari badan kemudian masuk lagi ke tubuh semula. 
Secara umum, buku ini bagus. Saya rekomendasikan buat yang ingin merenungi makna hidup. 3 Bintang untuk Psikologi Kematian, mengubah ketakutan menjadi optimisme.
“Tidak ada seorangpun yang mampu mengetahui di bumi mana dia akan mati (QS Luqman [31]: 34)”. 

Tinggalkan Balasan