Review Truth or Dare @wowkonyol

Lahir dari sebuah sayembara menulis, kumpulan cerpen ini Freak dan bikin saya  kecapean pas baca. 
Judul: Truth or Dare
Penulis: Rons Imawan, dkk.
Penerbit: Bentang Belia
Tebal: 272 hlm
Genre: Novel remaja
Jujur saya baca buku ini karena ketagihan setelah baca The Fabulous Udin (TFU). Kayaknya penulisnya juga bela-belain ngadain sayembara nulis karena TFU. Salah satu scene paling disuka pembaca TFU adalah bagian para lakon main Truth Or Dare. Tapi Truth or Dare di TFU itu seru, bikin ‘mesam-mesem’ karena feel nya dapet banget. Kenapa Truth or Dare di kumcer ini terasa Freak ya?

Terdiri dari 16 judul cerpen, penulis menyelipkan 1 karyanya sendiri berjudul ‘Lentera padam’ yang terbagi dalam 3 bagian bersambung. Saya mau review dalam bentuk rangking 3 besar nih diurutkan dari ranking 1.
1. Sang kurir (jaqueleto): konsepnya paling beda dari cerpen lain. Kualitas penulisannya bagus, sudah matang. Berani memainkan imajinasi pembaca, dan endingnya suka banget. 
2. End the Truth or Dare (satya karasuma): saya nggak paham sama jalan ceritanya yang terkesan terburu-buru, tapi tema zombie kerasa unik aja. 
3. Lentera Padam (onyol): sory ya onyol, meski kamu nulisnya dengan porsi panjang lebar tetap kamu nggak bisa jadi rangking 1. Tapi cerita kamu paling “freak” dan bikin capek diantara yang lain. Sosok aleksitimia nya itu apa nggak berlebihan ya digambarkan seperti itu. Aku rasa sih, selain dia aleksitimia juga psikopat. Kurang suka endingnya yang “sinetron” abis, klise. 
Lalu, 13 cerita lain bagaimana? Temanya hampir sama, jalan cerita juga ya seputar anak sekolah atau sekelompok orang yang main truth or dare. Ada yang mencoba horor, tapi nanggung. Overall semua cerita menghadirkan kejutan di akhir, meski semua kejutan nggak selalu seru. 
Desain sampulnya lumayan OK. Ilustrasi gambar kecil-kecil di beberapa halaman terasa tidak perlu dan kurang menarik. 
2 dari 5 bintang untuk Truth or Dare. 
“Kadang tak jujur berkata saat memilih Truth, dan terkadang juga memberi tantangan yang tak menantang sama sekali saat memilih Dare. Memang, selalu ada hal-hal yang seharusnya hanya diri sendiri dan Tuhan saja yang tahu” (hlm.137).

Tinggalkan Balasan