Review

Review Film 99 Cahaya di Langit Eropa

Desember 8, 2013
Banyak yang menantikan versi Film 99 Cahaya di Langit Eropa ini. Beberapa hari yang lalu saya sudah mendapat spoiler dari teman-teman di path, kalau film 99 cahaya di langit Eropa mengecewakan. Alasanya, ada yang bilang FTV banget. Maksudnya konfliknya kurang greget, kurang ngajak penonton mikir dan mendalami tiap tokoh. Ada juga yang kecewa karena Bersambung. Ini sungguh mengagetkan, karena versi bukunya nggak terlalu padat..kenapa bersambung? Komentar-komentar miring ini tidak menggoyahkan tekad saya buat ke bioskop. 

Oke, akhirnya setelah saya tonton sendiri saya kasih 2.5/5 bintang. Andai film ini tidak bersambung, mungkin saya bisa kasih 4 bintang. Buku Habibie Ainun saja yang sepadat merayap itu bisa dibuat film langsung sekali tonton, kenapa 99 cahaya di langit Eropa tidak? Harusnya jika memecah isi cerita ke 2 film, di dilm pertama konflik sudah muncul. Tapi tadi itu masih berserakan sketsa ceritanya, belum greget dan yahh..lebih mirip dokumenter jalan-jalan atau FTV. 
Ini beda lho dengan Ketika Cinta Bertasbih (KCB) yang dibuat jadi 2 film karena memang berasal dari 2 buku. Mengenai editing, film ini sangat tidak memuaskan. Suara muncul lebih dulu beberapa detik, lalu baru visual mengikuti (terlambat). Dan yang sangat mengganggu adalah saat di adegan mba Hanum jalan-jalan dengan Marion di Paris, muncul subtitle yang tidak berhubungan (subtitle saat pengumuman ujian Bahasa Jerman). Mengenai busana, ada beberapa adegan di dalam rumah dimana Acha Septriasa menggunakan baju yang terlalu ketat (kan ini islami nuansanya). 
Overall, sisi baiknya kita jadi tahu beberapa hal ihwal sejarah islam di Eropa  dan bagaimana tantangannya menjalani islam di sana. 
  1. Kalau mau tau esensi dari jejak islam di Eropa baca bukunya aja..film mungkin yg kedua nantiblbh greget menurutku. Kalaupun penontonnya banyak, itu karena promo nya yg bagus,,kepuasan sih kurang 🙂

  2. setuju dengan mba nurul, rasanya memang kurang greget film ini.. Menurut saya, konfliknya kurang ngena, ada beberapa gambar yang kurang pas, yang sy inget ada gambar lampu malam2..itu kyknya ga pas, dan ga mengandung arti apa2. trs endingnya juga aneh, kalo itu terjadi beberaoa tahun lalu knp ada fatin? rasanya jd aneh, apalagi ada dialognya, krn mengingat fatin baru booming tahun2 ini. meskipun secara ilmu banyak yang diambil tapi ttp kurang greget.. mungkin akan lbh greget atau kelihatan kerennya kalo yang kedua tayang ya??? pas abis ntn rasanya ga spuas dl pas abis ntn HabibieAinun.

    1. Di buku juga nggak ada Fatin kok..hehe,,kayak terlalu maksain aja ya. Kalau mau bandingin sama Habibie Ainun ya jauh puasnya,,atau sesama yg bersambung deh..Perahu kertas dan KCB..jauh juga.

Tinggalkan Balasan