Resensi 99 Cahaya Di Langit Eropa

Ini bukan novel travelling biasa, 99 Cahaya di langit eropa adalah buku sejarah kebudayaan Islam di Eropa. Awalnya saya mengira ini adalah catatan perjalanan dengan kenarsisan dimana mana, tapi saya salah besar. Sebuah penyegaran dan tambahan pengetahuan baru atas mata pelajaran Tarikh saat di Madrasah. 

Novel ini bertema Travelling dan berlatar belakang di Eropa pada rentang tahun 2008-2011. Alur yang dipilih adalah alur maju sehingga lebih mudah dipahami. Gaya bahasa penulis sangat jelas dan tak banyak metafora. 
99 Cahaya di Langit Eroa bercerita tentang perjalanan 2 orang Muslim Indonesia menapaki jejak sejarah kejayaan Islam. Dari orang orang serta tempat tempat yang mereka datangi, tergambar jelas seperti di buku sejarah islam bahwa peradaban di Eropa justru dibangun oleh peradaban muslim. Kemajuan peradaban suatu bangsa bisa besar dengan adanya kesatupaduan antara agama dan teknologi. Kehancuran  peradaban terjadi saat nafsu manusia yang mengkambing hitamkan agama digunakan untuk mengunus pedang dalam peperangan. Akibatnya terjadi trauma agama, seperti yang sekarang dialami jutaan orang di Eropa. 
Bagian menarik di novel ini adalah saat mereka di Granada. Banyak pelajaran baru, terutama saat bagaimana situasi penyerahan kekuasaan ke Isabel. Rasa sedihnya terasa sekali oleh pembaca. Di luar kelebihannya, tentulah 99 Cahaya di langit eropa punya kekurangan. Pembaca susah menentukan puncak dari cerita, semua terasa datar..dan tiba tiba selesai di Epilog. 
Saya berikan 4 dari 5 bintang untuk 99 Cahaya di langit Eropa. Cocok dibaca anak anak sekalipun untuk metode belajar sejarah islam. 

Tinggalkan Balasan