Review

Java Heat Movie, Full action

April 14, 2013


jarang-jarang bisa gini 🙂

Film yang full action dan memacu
adrenalin dari awal hingga akhir. Film ini akan ditayangkan 18 April 2013 di
seluruh bioskop tanah air, tapi saya tadi mendapat kesempatan menjadi
masyarakat umum pertama yang menyaksikan di bioskop. Nonton bareng tadi
diadakan di Djakarta Theatre xx1 bersama femina grup yang dihadiri sutradara,
produser, dan Atiqah Hasiholan. Wow..

Sinopsis film Java Heat bisa
dibaca disini
sinopsis java heat . Kurang
lebih 1 bulan yang lalu saya sudah menandai kalender untuk ke bioskop nonton
film Java Heat. Setelah membaca sinopsisnya saya sangat penasaran. Selain karena
dikerjakan oleh sutradara dan produser asing, saya ingin melihat bagaimana
sebuah film bisa syuting di candi Borobudur. Saya suka Jogja, dan ini alasan
pertama saya memasukan film ini ke “to watching list”.

Film Java Heat mengajak penonton
untuk berpikir, artinya jalan cerita sangat sulit ditebak. Bahkan penonton
masih bimbang tentang yang mana jagoan dan yang mana penjahatnya. Sett yang
dibuat benar-benar “niat” dan keren. Soundnya yang mengagetkan, dan cara
pengambilan gambar yang dramatis.
Djakarta Theatre with Femina Group
Genre film ini memang action
untuk dewasa, jadi ada sedikit adegan yang menampakkan wanita berbusana minim. Wajar
sih, karena alur ceritanya memang harus ada sett itu. Adegan kejar-kejaran,
tembak-tembakan, ledakan, darah, penusukan, membuat saya tak sempat merubah
posisi duduk karena tegang.
Ada satu bagian yang
ditunggu-tunggu tapi tetap jadi misteri sampai film the end. Siapakah wanita
yang menyamar jadi atiqah hasiholan? Dan bagaimana itu bisa terjadi?
Terlepas dari sisi action, ada
sisi budaya yang kuat dan juga sisi relijius islam. Tentang orang jawa muslim
bertindak tanduk di keluarganya, teroris yang dimanfaatkan oleh kapitalis, politik
kekuasaan dalam keluarga sultan, dan secara tersembunyi diperlihatkan bagaimana
konflik dalam tubuh polisi.
Quotes film ini yang menarik
adalah “jangan banyak berbicara saja, tapi banyaklah mendengar”. Film ini
sangat direkomendasikan untuk ditonton. Bosen kan disuguhi film Indonesia yang
cinta-cintaan saja? Yang ini BEDA,,serruu. Terima kasih Reader’s Digest atas
kesempatannya untuk saya.
habis nonton.. 🙂
  1. dari penjelasan anda, saya yakin filem ini memang menarik. Insya-Allah, saya akan menontonnya bila disiarkan di Malaysia nanti.
    Salam ukhwah fillah.

  2. Nambah lg nih film action indonesia walaupun sutradaranya bule.. Semoga makin berkualitas dan bnyak varian tuk film indonesia ga hanya genre cinta dan horor..

    Salam kenal, berkunjung..

Tinggalkan Balasan