Rectoverso film review : 5 kisah

Rectoverso lahir dari kumpulan
cerpen yang terdiri dari 5 sketsa cinta tak berucap. 5 kisah tersebut difilmkan
oleh sutradara yang berbeda-beda dan semuanya aktris. Ini justru unik, karena hawa
film jadi beda-beda tergantung sutradaranya.

Dari 5 sketsa kisah di rectoverso
tidak ada yang menonjol banget dan favorit saya adalah sketsa Malaikat Juga Tahu. Ada satu adegan yang saya
suka banget sampai hampir nangis. Bukan adegan yang utama sih, waktu Fauzi Baadila
ceritain kisah paling sedihnya. Tunangannya yang backpacker  meninggal satu minggu sebelum pernikahan. Semenjak
itu Fauzi Baadila jadi backpacker juga dengan mengunjungi tempat-tempat yang
pernah didatangi almarhum tunangannya . Kutipan kalimat yang jleb itu “aku
pengen lihat apa yang pernah dia lihat , aku pengen rasakan  apa yang pernah dia rasakan”.
Kalau pengen crop film ini, tentu
di sketsa film cicak di dinding. Ah..bagian ini full dewasa. Adegan yang tidak
pantas dilihat untuk saya yang masih lajang seperti ini. Saya tidak jijik sama
cicak, dan menganggap cicak binatang yang biasa saja. Tapi sejak lihat sketsa
adegan di cicak di dinding Rectoverso kok jadi menganggap cicak adalah symbol nafsu
dunia ya,,hemm. Kenapa harus cicak sih,,? Coba kecoak aja itu tattoo di perut Sophia
Latjuba yang all out vulgar. Hiiiii
Oiya, kenapa tadi film ini pakai
subtitle English ya?
Synopsis:

Malaikat Juga Tahu
Sutradara – Marcella Zalianty
Penulis Skenario – Ve Handojo
Plot Abang (Lukman Sardi) adalah
penderita autism yang tinggal dengan ibunya yang memiliki kost-kostan. Salah
satu anak kost adalah Leia (Prisia Nasution), satu-satunya yang bisa mengerti
Abang. Abang jatuh cinta padanya sementara Bunda (ibu Abang) sangat cemas
karena tahu hubungan yang diharapkan Abang tidak akan pernah terjadi. Kecemasan
Bunda bertambah ketika Han, adik Abang, datang. Hubungan Leia dan Han pasti
akan membuat Abang terluka.
Firasat
Sutradara – Rachel Maryam
Penulis Skenario – Indra Herlambang
Plot Senja (Asmirandah) bergabung
dalam Klub Firasat, dimana setiap minggu para anggotanya berkumpul untuk
berbagi cerita dan berbagai pertanda. Senja bergabung ke dalam klub itu karena
ia selalu mendapat firasat setiap akan ditinggal oleh orang terdekatnya. Ini
terjadi sebelum bapak dan adiknya meninggal dunia dalam kecelakaan. Alasan lain
yang lebih kuat adalah pemimpin Klub Firasat yang bernama Panca (Dwi Sasono).
Seorang lelaki kharismatik yang ketajaman intuisi dan pengalamannya soal
mendalami firasat begitu mengagumkan. Senja jatuh cinta pada Panca. Hingga
suatu saat ia mendapat firasat buruk bahwa seseorang akan meninggal.
Cicak di Dinding
Sutradara – Cathy Sharon
Penulis Skenario – Ve Handojo
Plot Di suatu malam, Taja (Yama
Carlos), seorang pelukis muda yang masih lugu, bertemu dengan Saras (Sophia
Latjuba), seorang perempuan free-spirit yang jauh lebih tahu dan lebih
berpengalaman. Saras memberikan malam yang sangat berkesan saat itu. Tanpa direncanakan,
mereka bertemu lagi. Kali ini mereka berusaha membangun pertemanan, meskipun
akhirnya Taja tak kuasa untuk jatuh cinta pada Saras. Saras memutuskan untuk
pergi, menghilang dari hidup Taja, dan meminta Taja untuk tidak mencarinya.
Enam tahun kemudian, Taja yang sekarang telah menjadi pelukis terkenal bertemu
Saras di pamerannya, namun Saras membawa kejutan yang menentukan hidup mereka
berdua.
Curhat buat Sahabat
Sutradara – Olga Lydia
Penulis Skenario – Ilya Sigma dan Priesnanda Dwi Satria
Plot Meskipun berbeda sifat,
Amanda yang supel dan ceria mampu menjalin persahabatan dengan Reggie yang
sabar, kalem, dan siap mendengarkan curhat Amanda kapanpun itu. Kapanpun Amanda
butuhkan, Reggie selalu hadir. Suatu saat, Amanda jatuh sakit. Ia sadar bahwa
tidak ada satu orangpun yang bisa ia mintai tolong bahkan pacarnya. Hanya
Reggie yang bisa menolongnya. Pertolongan Reggie membuat Amanda menyadari bahwa
yang ia butuhkan selama ini hanyalah orang yang menyayangi dia apa adanya dan
orang tersebut adalah Reggie. Namun di lain pihak, diam-diam Reggie mulai
menyadari bahwa cinta ini sudah terlalu tua untuk dirinya.
Hanya Isyarat
Sutradara – Happy Salma
Penulis Skenario – Key Mangunsong
Plot Lima orang backpackers
bertemu lewat forum milis. Meskipun baru beberapa hari bertemu, Tano, Dali,
Bayu dan Raga tampak sudah akrab bagaikan sahabat lama, amat kontras dengan Al
yang selalu menyendiri dan menjaga jarak. Diam-diam, Al telah jatuh cinta pada
Raga, sosok yang selama beberapa hari ini hanya mampu dikagumi dari kejauhan
siluet punggungnya saja.
Di suatu malam, kelima orang ini
mengadakan permainan kecil, yaitu berlomba menceritakan kisah paling sedih yang
mereka punya. Saat Raga menceritakan kisahnya, Al semakin terpukul. Meskipun Al
keluar sebagai pemenang, namun Al semakin terseret pada daya tarik Raga, lelaki
yang mungkin tak akan pernah ia miliki selamanya karena sebuah rahasia besar
dalam diri Raga.
Quotes:

Kalau langit selalu terang, maka tidak ada perbedaan. Masa lalu, masa
kini sama

Awan bentuknya selalu berubah sesuai hukum alam menjadi hujan, dan tak
pernah bertanya mengapa hrs meninggalkan tahta langit

not only with his heart, but also with his soul
source:
http://id.wikipedia.org/wiki/Rectoverso_(film)
http://www.celebesonline.com

One Reply to “Rectoverso film review : 5 kisah”

Tinggalkan Balasan