film 5 cm lebih seru dari novelnya

Saya sudah baca novelnya (review novel) , dan sama sekali tidak kecewa dengan film ini. Bahkan saya lebih suka
filmnya. Alasannya, karena tokoh tokohnya pas banget. Tapi yang paling aku suka
sih settingnya, asli semua termasuk seluruh keindahan yang terlukiskan selama
perjalanan ke mahameru. Semua asli Indonesia. Saya yakin, bagi siapapun yang
nonton film ini jadi punya keinginan atau bahasa kerennya mimpi buat ke
mahameru, minimal ya sampai Ranukumbolo.

Tiket saya dan Fatimah

Jarang banget, film Indonesia
dengan setting menakjubkan seperti itu. Paling banter ya pakai efek kamera. Saya
mengira akan banyak quote serta lagu di film ini seperti di novelnya (5cm versi novel) tapi ternyata tidak. Bagus deh, sesuai harapan saya yang ingin melihat
mahameru, ranu kumbolo, dan padang ilalangnya.

Ada bagian yang hilang dari versi
aslinya di novel, tapi malah bagus efeknya. Seperti beberapa cerita horror dan
mitos menjelang ke Mahameru. Tentang kuburan di ranu pane, arco podo, Denik
yang sama sekali tidak muncul (padahal di novel, Denik akan jadi suami Arinda).
salah satu adegan 5 cm
Kesan klise di novel, hilang
banget dan jadi bagus versi filmnya J.
Bagian tidak penting dihilangkan.
Ada satu adegan yang menurut saya
janggal. Waktu Ian negjar kereta (ini juga tidak ada di novel), kan harusnya
dia tidak usah lari-larian dramatis begitu. Naik aja kereta gerbong belakang ,
terus jalan deh ke gerbong depan setelah di atas kereta. Hahahah. Jangan jangan
bagian ini dibuat sama orang yang tidak pernah naik kereta J piss..
Overall, tidak menyesal sama
sekali nonton film ini. Walaupun harus berdiri 1 jam nunggu bioskop dibuka,
lari ke loket yang ternyata salah, antri panjang, dan saya tonton film ini di
bioskop yang kurang memadai walaupun branded. Soundnya menyakitkan telinga, dan
suara petir serta hujan yang terdengar ke dalam studio J. Tentang salah loket,
sebenarnya bukan salah saya tapi salah bioskopnya yang komputernya tidak
terintegrasi. Jadi biasanya mau nonton apa saja, di theatre mana saja, kita
tinggal dating ke loket manapun. Eh ini sih, loket dipisah per film. Aneh kan J.
kalau ini saya dan teman-teman saat mendaki di taman nasional gunung gede pangrango (2010)
Makin cinta Indomie,
gunung, kereta api, dan Indonesia J
©©© Allah tidak hanya ada di Mahameru.

Tinggalkan Balasan