Jangan Jadi Muslimah Nyebelin : Book Review

Buku ini adalah buku mba Asmanadia yang pertama kali saya baca. sudah cukup lama juga sih bacanya, tepatnya ketika saya di Asrama TPB IPB (berarti 2007an). Seru juga sih, apalagi akhirnya bisa bedah buku langsung dengan penulisnya mBa Asmanadia di Auditorium Rektorat IPB kira-kira setengah tahun kemudian.   kenpa baru tulis reviewnya sekarang? hehe karena saya baru ingat judulnya. mungkin buku ini di toko buku sudah tidak ada. nah kalau banyak pembaca yang berminat, kemungkinan bisa diterbitkan lagi deh..dan saya bisa beli (maklum, dulu bacanya nyewa di tempat penyewaan buku deket kampus) 🙂
Muslimah nyebelin? Memangnya ada? Lirik kanan kiri, yuk? Terus lihat ke depan dan belakang. Atau lihat ke kaca? Whaaa…jangan-jangan muslimah nyebelin itu kita sendiri!

Buku ini membahas seabrek hal yang mulai yang ringan sampai kelas berat, apa aja sih yang sering bikin nyebelin dan harus dihindari muslimah. Pengarangnya menulis buku ini pertama kali dengan niatan melakukan otokritik terhadap dirinya sendiri, dan mengajak muslimah lain yang barangkali rindu untuk menyempurnakan dirinya, untuk duduk dan berhenti sejenak, lalu berupaya ‘mendengar’. Benarkah kita sudah menjadi sosok ideal yang dirindukan kehadirannya? or yang lebih parah malah mungkin saja kerap membuat hamba Allah yang lain menangis diam-diam karena kata atau sikap kita.



Buku ini adalah persembahan cinta pengarangnya kepada seluruh muslimah. yang dikenal atau pun yang selamanya mungkin hanya bersilaturahim lewat kata-kata. Sesungguhnya hidup adalah proses terus menerus memperbaiki diri.


Buku ini bisa membuatmu marah, sekaligus tertawa. Bahasanya santai, mengundang senyum, tapi provokatif banget. Dijamin bikin kuping merah dan perasaan gerah, yang akan membuatmu tak sabar memperbaiki diri! Lengkap dengan tips-tips praktis yang akan menuntun muslimah jadi pribadi plus. Jangan Jadi Muslimah Nyebelin! adalah risalah ishlah yang tepat bagi muslimah. Insya allah!

Judul Buku : Jangan Jadi Muslimah Nyebelin
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Lingkar Pena (Publishing House)
Tahun Terbit : 2006 (cetakan keempat)
Tebal Buku : viii + 212 halaman

Buku karangan Asma Nadia dibubuhi dengan surat-surat mengenai pandangan orang luar terhadap muslimah dari teman- teman mailist-nya yang terangkum dalam sesi “Curhatku ”, ada empat aspek dalam hal ini:
·         Dibahasnya permasalah-permasalah muslimah dalam hal kebersihan diri. BB alias bau badan, bau mulut, dsb.
·         Gak Enak di Mata? Duh Jangan deh!. Bab ini membahas tentang penampilan muslimah, dari atas sampai bawah dikupas habis di buku ini.
·         Muslimah yang ngomongnya Nyelekit. Bab ini membahas tentang semua tingkah laku muslimah terhadap muslimah lain ataupun ke lawan jenis yang membuat sakit hati lawan bicara yang diajak bicara.
·         Your Attitude, Gals!. Bagian ini hampir sama dengan bab muslimah nyelekit, hanya saja bersifat lebih personal ke diri muslimah itu sendiri, seperti sub bab Muslimah Tukang Dandan.
    Amanat dari buku ini adalah supaya pembaca tidak menjadi sesosok muslimah yang tidak disukai oleh kalangannya atau temannya, dan membuat citra baik bahwasannya muslimah itu bersih, rapi, cantik, dan tidak asal bicara. Jadi, buku ini sangat bagus untuk dibaca terutama para muslimah yang tidak ingin salah menempatkan diri ketika bergaul dengan orang lain.

Ini beberapa review yang bisa jadi bahan rekomendasi:

       secara global buku ini memang menjadi salon kepribadian untuk cewek. saya pikir memang buat wanita dan berjilbab pulak. awal2 buku ngebahas jilbab dan..ehmm…BB *tau kan?* tapi kemudian halaman selanjutnya Asma menjadikan buku ini sperti sebuah guidance dalam pergaulan secara umum , tidak hanya untuk muslimah. seperti etika dalam berbicara, etika bergaul. dengan bahasan ringan dan bahasa yang cukup gaul sentilan2 yang disampaikan Asma cukup mengena *hiks saya kesentil berapa kali yah?*

Misi perbaikan ini ditampilkan dengan cantik pada bab-bab yang menyinggung tentang attitude akhwat yang kurang baik, pembawaan diri yang tidak bershabat, dan lain-lain. Hal ini disampaikan dengan lugas dan mungkin sedikit menyentil hati akhwat yang membacanya. Rasanya mungkin ada sedikit ketersinggungan dengan tanggapan dalam hati,”Aku gak seperti itu!”Namun yang namanya muslim/muslimah yang baik tentu tidak tetutup dari kritik. Maka jadilah buku ini pengkritik yang baik bagi sosok-sosok muslimah. Sehingga buku best seller yang begitu berani ini telah menjadi salah satu pionir perubahan akhlak para muslimah.Masyarakat yang diingatkan untuk menjaga prasangka agar tidak terlalu berlebihan dalam menilai, juga lega dengan kenyataan tentangbetapa ‘manusiawi’ nya sosok akhwat itu.
Inilah buku peer bagi muslimah dimana pun ia berada. Jika peer ini saja tidak terselesaikan, bagaimana mungkin bisa menyelesaikan peer lain yang lebih besar?


source:
http://www.goodreads.com/book/show/1532071.Jangan_Jadi_Muslimah_Nyebelin_
http://maritsabismillah.blogspot.com/2011/12/jangan-jadi-muslimah-nyebelin-resensi.html
http://anadia.multiply.com

Tinggalkan Balasan