Photography

Alasanku Memilih Fujifilm XA2 Mirrorless

September 11, 2016
Mirrorless, fujifilm, xa2
Kamera vintage warna silver merek fujifim ini selalu ikut kemanapun kaki melangkah. Sebab bagi saya, memotret adalah aktivitas yang harus dilakukan di segala kondisi. Mungkin inilah yang disebut dengan passion.

Beberapa waktu ini banyak yang meminta saya mereview kamera fujifilm di blog. “pakai kamera apa mba?” pertanyaan seperti itu bertebaran di direct message instagram. Saya bukan fotografer profesional, tapi seringnya dimintai advice soal kamera dan cara motret. Fujifilm XA2 memang cocok bagi saya yang masih pemula. Ini kamera canggih pertama yang saya miliki, tapi sama seklai tidak ada kesulitan berarti saat mengoperasikannya. Aktivitas blogging dan upload ke insatgram juga sangat mudah dengan fasilitas wifi di dalamnya. Mau tahu selengkapnya? Yuk ikuti ceritanya.

Ini target 2016

“memiliki kamera mirrorless fuji film XM1” tertulis dengan gamblang di target 2016 yang saya pasang di dinding kamar. Meski saya tidak menyiapkan strategi khusus untuk mendapatkannya, akhirnya si silver meluncur dengan cantiknya ke tangan. Memang bukan XM1, sebab sudah tidak ada versi barunya lagi. XA2 adalah generasi penyempurnaan dari XM1, katanya sih begitu.

Fujifilm xa2, mirorless xa2, xa2
Macro embun pagi pakai lensa kit aja

Galau dengan Fujifilm XQ2

Pada suatu minggu yang gerah, saya mendatangi electronic city buat lihat-lihat kamera. Hemm..fujifilm XA2 kok indent sih? Mbak-mbak SPG nya menawarkan saya fujifilm XQ2, camera digital semi mirorrless yang berbonus case buat nyelam. Ketika mencobanya, saya merasa puas. Bentuknya juga unyu dan sangat ringan. Tapi disitu saya ragu, rasanya kok nanggung kalau 4jutaan saya belikan XQ2 sedangkan dengan nambah 3 juta lagi sudah dapat XA2.
Saya tidak mau kejadian seperti saat beli kamera digital samsung yang tergoda harga murah saja tetapi hasil kurang memuaskan. Akhirnya, karena galau saya menjauhi electronic city dan menikmati segeleas froyo di j.co. satu jam berlalu, kegalauan masih melanda. Guna meredam hasrat memiliki fujifilm XA2 saat itu, sayapun menuju counter The bodyshop (lhoh..dasar cewe).

Malah Beli Di Toko Online

Bukannya ke gerai resmi fujifilm di grand Indonesia biar ngga indent, saya malah cek-cek di e-commerce. Yey, ada diskonan yang gede nih. Belanja barang eletronik apalagi di atas 5juta di toko online itu riskan banget. Makanya, sebelum saya deal ya kroscek sana-sini dulu. Toko yang saya tuju sudah terpercaya dan punya toko offline di beberapa kota. Akun instagramnya aktif dengan berbagai foto testimonial meyakinkan. Nomor customer service baik untuk whatsap maupun call centernya juga bisa dihubungi. Ok, akhirnya saya membeli XA2 di toko online seharga 7,sekian juta dengan bonus leather case and strap.

Unboxing story

Sebelumnya sya sama seklai tidak pernah mengotak-atik DSLR ataupun mirorrless. Jadilah proses unboxingnya lumayan drama. Dalam paket pembelian terdapat part berupa kamera, lensa beserta tutupnya, strap fuji, kartu garansi, charger, dan tentunya kardus.
Well, gimana cara merangkainya? Sambil membaca manual book saya exited banget merakit kamera untuk pertama kalinya. Setelah semua terpasang, dramapun dimulai. “kok hasilnya blank..gelap”. Segala macam cara sedah saya lakukan termasuk minta bantuan teman-teman di twitter. Ada kak @annisast dan kak @efenerr , juga @apriej dan @akhs4n yang saya beri pesan pribadi. Mengikuti saran dari mereka tak kunjung berhasil, saya galau dan mengirimkan chat ke customer service. Aks4n yang memang kamera person dan sehari-hari memakai fujifilm juga malah berniat membantu langsung. Alhamdulillah, hampir tengah malam drama itu berakhir. Kamera saya bisa mengabadikan semangkok soto yang telah dingin.
Biar tidak drama seperti saya, baca manual book dengan benar ya…
Sebelumnya, saya tidak memasang lensa dengan benar sepertinya. Sebab, problem foto blank tersebut berakhir setelah saya membongkar ulang si kamera baru. Hahhaha….

Specification

Hemm sebenarnya saya tidak terlalu paham spec kamera. Kalau baca di katalog booknya sih seperti ini.
Lebih lengkap, baca di sini: 
Specification Fujifilm XA2

Alasanku Memilih XA2

1| Ikut-ikutan

Alasan pertama saya memilih fujifilm XA2 adalah karena ikut-ikutan. Banyak abnget teman blogger maupun instagram yang sering foto pakai hashtag #terfujilah. Dari situ saya menelusuri kecanggihannya, harganya, jelek-jeleknya, eh..ikutan suka dan pengen punya.

2| Desainnya lucu

Fujifilm XA2 tidak hanya asik hasil fotonya, tapi buat dilihat juga kece dan propertyable abis. Vintage gitu sih ya dan mungil, apalagi pilihan warna dan aksesorisnya banyak.

Fujifilm xa2, xa2, mirorless

3| LCD dapat diputar

Yey, ini bukan hanya soal selfie ya gais…tapi juga soal kemudahan saat kamu ngeVlog. Hayo..pada niat bikin vlog kan? LCDnya bisa diputar 175 derajat dengan wide angle lebar. Dan asiknya lagi saat di mode ini, si XA2 akan akan mendeteksi mata kita sehingga hasil seldie bisa lebih alami. Dan kurasa, tone kulit jadi lebih seragam meski nggak pakai BB cream hehhehe.

Fujifilm xa2, fujifilm, xa2, selfie

4| Warna jujur

Konon, fujifilm itu selalu jujur ngasih warna. Hem..entahlah saya bukan fotografer handal sih. Diantara tone warna yang ada di fujifilm XA2, saya paling suka ‘classic chrome’. Selain tone ini, ada juga Provia (standar), velvia (vivid), B&w, Astia (soft), dan sepia.

Fujifilm XA2, review XA2, mirorless, classic chrome
Pakai tone classic chrome

5| Bokeh & Macro mantap

Fujifilm XA2, review XA2, mirorless
Dekatkan saja moncong kamera 7cm dari objek, maka akan otomatis tercipta macro yang indah. Makanya nih, XA2 disarankan juga buat kamu yang doyan moto makanan.

Fujifilm XA2, review XA2, mirorless
Fotonya malam hari lho ini, lighting lampu kamar 15 watt

6| Foto Malam hari Tetep Kece

Permasalahan dengan kamera digital sebelumnya adalah kurang puas saat pemotretan di malam hari. XA2 membantu itu semua meski dengan lensa bawaan.

A photo posted by Inayah (@innnayah) on May 8, 2016 at 5:46pm PDT

7|wifi

Yang tidak kalah penting dimiliki kamera kekinian adalah HARUS SUPPORT WIFI. Maksudnya? Wifi digunakan untuk transfer foto tanpa kabel data, juga digunakan untuk remote kamera. Tinggal download aplikasi fijifilm di playstore, setting, dan selamat berbagi ke media sosial dengan mudah.
Bagaimana kualitas fotonya? Ketika kita mentransfer foto dari kamera ke smartphone, besarnya file memang disesuaikan untuk mobile. Tapi jangan khawatir, kualitasnya tetap ciamik lho. Kalau sekedar untuk blog dan instagram mah masih lebih dari cukup.

Apa Beda Mirrorless dan DSLR

Beberapa kali ada yang menanyakan ini ke saya. Jadi, DSLR itu teknologi lama, yang mana sebenarnya masih mirip seperti kamera analog. Hanya, filmnya diganti digital. Di dalam DSLR ada cermin sehingga bentuk bodynya lebih besar dan berat.
Ketika zaman semakin maju, cermin itu tidak diperlukan lagi. Jadilah muncul istilah mirrorless. Gimana? sudah jelas?

Skill

Apapun kameranya, ya…nggak akan menjamin hasil kalau kitanya sendiri belum punya skill yang bagus. so, berlatihlah terus. Jangan takut untuk mengeksplore kameramu ya.
Hasil foto-foto fujifilm XA2 selengkapnya bisa dicek di instagram saya ya @innnayah. 
  1. XA-2 udah support remote control kah mba? Kemarin waktu beli kamera akhirnya saya pilih XT-10 karena kebetulan lagi promo jadi harganya ga beda jauh plus dapet free lensa tele dan dijelasin sama sales kalo XT-10 udah support remote control sedangkan XA-2 belum, jd saya urung beli XA-2 (juga karena warna yg saya mau harus indent sih) hehe

  2. Mba innayah…aku jg lagi pengen beli XA2 nih dan lg galau…cuma aku mah galaunya krn urusan warna ��

    Pengen beli warna pink tp d tempat resmi dah ga ada.Jadi…searching lah skrng dan ketemu blog mba.Boleh share ga mba nama toko online nya?

    1. seserahan nikahan minta mirorless hehe… sumpah aku jadi kepengen.. tapi liat dompet jadi mingkem lagi… 7 juta booo ada lomba blog yang dapet inih gitu ya hahhaha

  3. Aku pake XM1 kebetulan dan cukup puas sama performanya. Paling nambah lensa aja siy, sekarang pake fixed lens 35mm dan 14mm. Sesekali pake lensa manual kalo motretnya nyantai2. Yang penting mah sering berlatih motret kali ya, biar nguasain kameranya :D.

  4. Mbak kenapa fotonya belum greget ya? Ada semacam kurang bokeh. Padahal setau saya, di Surabaya banyak sekali blogger menggunakan XM2, dan lumayan greget. Kmrn ada temen makai xa2 dan dia masih newbie, fotonya belum greget juga. Padahal sama kok pemakaiannya.

    Coba mbak, share artikel pemakaian xa2 agar bokeh. You know apa yg saya tulis. Hihihiih. Tp mayan juga kok fotonya :*

    Tfs mbak :*

  5. Ah ga usah dikomen lagi, foto kamu di ig uda berhasil ngebuat aku jadi pengen mbenerin feed ig ku qaqaaa, akuh iri nay wkwkkwkwkw
    Aku juga pakek fuji, tp yang fuji biasa sih,,,tapi kadang masih kecampur ama pocket canon yang seharga 900 ribu

  6. Saya pengen kamera canon powershot seri G. DSLR dalam bentuk pocket. Tapi duitnya gak cukup-cukup, kepake lagi kepake lagi. Belum tertarik Mirrorless euy walo nampaknya sangat oke juga.

  7. Huhuhu, pengen banget punya kamera Fuji. Tapi sayang banget Pentaxku gak dipakai. Males uey pake DSLR, beraaat. Kayaknya Fuji lagi naik daun ya saat ini. Tapi harganya itu lhooo, nggilaniiii hihi.. Nunggu seri ini harga 4 juta, deh! hahaha..

  8. Memang tidak salah pilih deh mbak dan hasilnya juga memang keren keren juga kalau saya mah gak terlalu tahu banyak tentang kamera jadi saya hanya bisa menggut manggut saja deh.

  9. Aku sekarang malah pengen beli lensa tambahannya nih, Inay. Biar kece. Kalo XA2 mah udah lebih oke kemana-mana dari XM1 ya. LCDnya aja bisa diputer buat selfie.

  10. Foto makanan yang dijepret malam hari itu sungguh keceh mbak! suer! Aku nggak pernah berani motret makanan di malam hari huhuhuhu.
    Dari kemarin bimbang antara dslr dan mirrorles, tapi baca postingan ini ratjuunnnnn mbaaaakkk huhuhuhhu aku udah baca postmu ini dari kemarin2, aku sampe gugling mbak spek sama harga hihiihh
    Sekarang marilah menabung!
    Mbak Inayah tanggung jawab udah meracuniku! :p heheheh

    Mbak aku rikwes next post, how to use this camera, yes? 😀 apalagi yang bokeh itu. Aku sering lihat Kristupa Saragih pakai fuji ini *yakalikkk dia mah fotografer pro ya >.<

  11. iya banget, kamera ini emang lagi happening di kalangan blogger. Banyak teman – teman blog punya kamera ini. Tapi, katanya Pak Arbain, kamera yang paling bagus adalah kamera yang kamu miliki *tsaaaaah*. Memang tergantung yang punya sih, bisa memanfaatkan kamera atau nggak 😀

  12. kameranya keren…ya benar sih akhirnya kembali ke orang dibelakang kamera…
    punya kawan yang modal kamera poket hitam putih pula hasilnya tapi ya ampuuun foto2nya bagus bagus…

  13. Akupun gundah gulana ini mau beli mirrorless maju mundur teruuus. Liat ini pingin lagiii.. neng kamu tanggung jawab, hayooo,hahaha. >_<

  14. mba mau tanya dong. pada saat saya pengambilan foto. hasil fotonya tersimpan sebanyak 3x dan indikator lampu led nya berkedip berwarna merah. itu harus di gimana kan ya?

  15. hi mba innayah… tertarik banget dengan fujifilm xa2, tp mw nanya2 dikit.. apa iya mba bodynya rapuh?trus gmn kualitas videox?nsih tajamkan?trus mba pake lensa bawaan, atau beli lensa lagi? hehhe.. maaf yah kebanyakan nanya

  16. Bagus reviewnya. Kebetulan saat ini saya menekuni bidang photography, khususnya wedding. Udah upgrade ke "kakaknya", xa3 sebagai kamera sekunder. Masih sedikit kecewa dengan urusan warna, jika tanpa menggunakan efek yg disediakan xa3,pewarnaan gambar cenderung high saturasi dan kontrasnya. Masih sama dengan xa2. Memang sih ini urusan selera, tapi cukup layak untuk dibeli, khususnya untuk pemula yg mw coba mirrorless :).

  17. Mbak Innayah, saya sedang tertarik kamera Fujifilm nih, sebenarnya inginnya S9400W karena zoomnya. Tapi aperturenya agak gelap 2.9 – 6.5. Alternativ sedang mikir XA2. Cuma harganya 3 jt an banding 9 jt an. Apa lebih baik XA2 ya? Dari review sih bagus XA2, walau aperturenya mirip2. Mohon masukan…. Mohon info juga boleh nggak, beli di online mana ya? Makasih banyak sebelum sesudahnya ya …

  18. Kalo aku udah suka Sony duluan soalnya pake hape Sony, kameranya edyaaan bagus banget. Udah terbiasa sama warnanya yang 'apa adanya' nggak kebanyakan tone. 😀

    Aku sendiri juga dadakan belinya, second malah. 😀

  19. mau tanya kak.
    btw belinya di toko online mana yg terpercaya kak.?

    kira2 sama lumix gf8 hasil lebih tajam mana ya kak??
    mohon pencerahannya. terimakasih..

  20. mau tanya kak.
    btw belinya di toko online mana yg terpercaya kak.?

    kira2 sama lumix gf8 hasil lebih tajam mana ya kak??
    mohon pencerahannya. terimakasih..

  21. mau tanya kak.
    btw belinya di toko online mana yg terpercaya kak.?

    kira2 sama lumix gf8 hasil lebih tajam mana ya kak??
    mohon pencerahannya. terimakasih..

  22. mba boleh tau ga klo malam lebih bagus pake mode apa ya?kok saya pake mode night suka blur jg, susah bgt dapetin fto malam yang baik, kira2 untuk foto dijalanan malam hari iso ny brp ya? *apa kurang skill jg ini mah hehee*

Tinggalkan Balasan