Book

[Review Buku] Supernova 3: Petir by @Deelestari

Oktober 6, 2014
“Yang menjadi persoalan bukannya apa yang kita tanyakan. Tapi, bagaimana kita bisa mendengar jawaban.” (Hlm. 122, Ibu Sati)
Seri ke-3 dari Supernova ini ringan, bernuansa humor, tapi sarat makna.

Percaya sih kalau tiap manusia punya indera ke-6. Tergantung sepeka apa respon tubuh kita terhadap pertanda alam. Manusia adalah satu kesatuan dengan lingkungannya. Sebuah pencarian spiritual dari seorang anak yang merasakan punya kelainan.

Travelling Edition
       
Judul: supernova episode Petir
Penulis: Dewi Lestari
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun terbit: 2014 (traveling pack)
Jumlah halaman: 328
Sinopsis
Dua tahun setelah roman mereka rampung, Dimas dan Reuben (tokoh dalam supernova 1 Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh) mengalami stagnasi. Hingga suatu hari mereka mendapat surat elektronik dari seseorang bernama Gio. Kata “Supernova” yang disebut Gio dalam surat itu menjadi tanda tanya baru sekaligus awal pengetahuan Dimas dan Reuben tentang jaringan yang selama ini melibatkan mereka tanpa disadari.
Sementara itu, di kota Bandung, Seorang gadis sebatang kara bernama elektra berusaha menyambung hidup. Berawal dari perkenalannya dengan seorang yogini bernama Ibu Sati dan seorang enterpreneur muda arakan bernama Toni alias Mpret, hidup elektra mulai terakselerasi. Dari anak kuper yang tidak punya motivasi, Elektra bertransformasi menjadi seorang pengusaha, dan akhirnya seorang penyembuh.
Setelah nyaman dengan lingkungannya yang baru, hidup Elektra kembali siap diguncang ketika Bong (tokoh di Supernova 2: akar) memintanya untuk menolong seseorang yang tak ia kenal bernama Bodhi (tokoh di Supernova 2: akar).

Review
Saya baca supernova 3 ini pertama kali saat kuliah. Tapi asli nggak nyambung banget, mungkin karena pikiran teenagers ku waktu itu masih dangkal hahaha…kayak sekarang dalem aja. Saat itu, saya terisnpirasi dengan Elektra, hingga sepertinya pernah membuat alamat surel dengan nama itu wkwkwk.

Tentang supernova Petir, selesai terbaca dalam perjalanan Pekalongan-Jakarta tadi siang. Nggak sampai seminggu. Dibanding Supernova 1 dan 2, petir paling ringan alur dan gaya bahasanya. Bahkan saya terlonjak karena merasa seperti membaca tulisan Raditya Dika. 
Meski ringan, petuah tentang kehidupan yang didapat dari para tokoh sangat mendalam. 
Jika di Supernova Ksatria, Putri dan bintang jatuh banyak istilah science, kemudian di supernova akar banyak istilah budhis, nahh di supernova petir tersaji istilah-istilah yang berkaitan dengan jiwa, penyatuan jiwa dengan alam. 

Rating
3 dari 5 bintang

Quotes
“Pada saat engkau mengira telah berhasil menebak logika hidup, pada saat itulah ia kembali memuntir dirinya ke arah tak terduga dan jadilah kau objek lawakan semesta.” (Hlm.73)
  1. Ih ih ih akuh gemasssss, knapa percintaannya mpret ke elektra cumsn sampe kisah badut…huhuuu, prngen dilanjutttt tp yg full versi cinta bisa ga yah
    Pend riwuest ke dee

Tinggalkan Balasan